19 Kejahatan Kemanusiaan dalam Genosida Gaza

19 Kejahatan Kemanusiaan dalam Genosida Gaza

Penjajah israel telah melakukan 19 jenis kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang genosida di Gaza:

Kejahatan terhadap individu:
1. Pembunuhan yang disengaja: penjajah menewaskan 30.000 warga sipil, 72% di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.
2. Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi: penjajah menahan 2.600 orang dan menyiksa mereka dengan kejam dan tidak manusiawi.
3. Deportasi atau pemindahan paksa: penjajah memaksa dan mewajibkan 2 juta warga Palestina mengungsi.
4. Penyanderaan: penjajah menyandera ratusan warga.
5. Menyerang warga sipil dan sasaran sipil: penjajah mengebom ribuan warga sipil dan sasaran sipil seperti rumah sakit, sekolah, masjid, dan gereja.
6. Melanggar martabat individu: penjajah menelanjangi orang Palestina dan melecehkannya.
7. Kelaparan sebagai metode peperangan: penjajah menciptakan kelaparan, khususnya di Kota Gaza dan wilayah utara Jalur Gaza.
8. Penggunaan senjata yang dilarang secara internasional: penjajah menjatuhkan 70.000 ton bom terhadap warga sipil.
9. Kejahatan penghilangan paksa: penjajah menangkap dan menahan 2.600 orang tanpa memberikan informasi apapun tentang nasib mereka.

Kejahatan terhadap obyek sipil yang dilindungi:
10. Penghancuran kota, desa, bangunan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan keagamaan secara acak dan disengaja: penjajah menghancurkan 500 masjid dan gereja, 300 universitas dan sekolah, dan 360.000 unit perumahan sipil.
11. Penjarahan properti publik atau pribadi: penjajah mencuri 300 juta shekel uang, emas, perhiasan, dan barang-barang berharga dari warga dan rumah mereka.
12. Menargetkan dan menghancurkan kekayaan budaya dan bangunan bersejarah: penjajah menghancurkan lebih dari 200 situs budaya, warisan, dan arkeologi.
13. Menargetkan rumah sakit dan unit kesehatan: penjajah menyerang 31 rumah sakit dan puluhan unit kesehatan.

Kejahatan terhadap keadilan:
14. Pelanggaran hukum mendasar: penjajah melanggar seluruh hukum Palestina dan menentang hukum internasional.
15. Menyerang tim bantuan kemanusiaan: penjajah melakukan pelanggaran, pembunuhan, pembakaran, dan perusakan terhadap tim kemanusiaan dan bantuan dengan cara yang brutal.

Kejahatan lainnya:
16. Penangkapan sewenang-wenang terhadap tawanan dan tahanan Palestina serta merampas jaminan peradilan yang adil: menggunakan vonis “pejuang yang melanggar hukum”, yang hal tersebut melanggar hukum internasional.
17. Spionase: penjajah secara ilegal dan tidak bermoral memata-matai warga sipil dan institusi Palestina.
18. Pengelabuan: penjajah mengelabui dan mengkhianati ribuan warga sipil dan anak-anak dengan menyerukan mereka untuk pindah ke daerah aman dan kemudian mengebom dan membunuh mereka di daerah aman tersebut.
19. Penggunaan senjata terlarang: penjajah menggunakan senjata yang dilarang secara internasional terhadap warga sipil seperti fosfor putih dan bom bisu.

Kantor Media Pemerintah
26 Februari 2024
__________________________

Bantu Korban di Gaza, Klik:
bit.ly/donasiknrpjabar

Lihat Galeri Penyaluran KNRP Selama Emergency di Gaza:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLzpKzapMH2A6yLkb4x4NiqVTd4t-Op3fQ

Sahabat KNRP yang ingin mengikuti update dan ikut berkontribusi untuk Palestina bisa bergabung di grup ini ⤵️
https://chat.whatsapp.com/J7Nxcbxuq8mHTkkIzuHwM1

Kembalikan • Senyum • Palestina

Rapat Kerja KNRP Jabar 2024

Bandung, 18/02/24 – KNRP Jawa Barat melaksanakan rapat kerja 2024. Dalam kesempatan ini hadir 12 pengurus dari berbagai area kerja se-Jawa Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada 17-18 Februari 2024 ini terasa khidmat karena kehadiran ustadz Azhar Suhaimi Lc., MA., ketua harian KNRP Indonesia.

Bertempat di Cinnamon Boutique and Sharia Hotel, rapat kerja KNRP Jawa Barat juga mengevaluasi kinerja 2023. Selain merencanakan kegiatan untuk mencapai target yang diamanahkan KNRP Indonesia, pada kesempatan berharga ini KNRP Jawa Barat menerjemahkan mandat tema dari KNRP Indonesia: Jejak Keberkahan 2027.

“2027 kita ambil sebab menurut ulama, yang terjadi sekarang ini bisa jadi belum apa-apa dibanding yang akan terjadi sekitar tahun tersebut.” ungkap Ustadz Azhar. Beliau mengutip tadabbur Syaikh Ahmad Yasin rahimahullah tentang keruntuhan digdaya israel: “Saya melihat israel akan bubar pada tahun 2027,” ustadz Azhar menjeda sambil berdiri, “setelah israel bubar dan Palestina merdeka, program kita adalah membangkitkan kondisi Palestina, sebelum kita masuk fase-fase akhir zaman.” pungkas beliau.

Pada kesempatan penting ini, KNRP Jawa Barat juga menerima pembekalan rapat kerja dari Coach Wahyu Hidayat mengenai business chassis dan marketing bagi lembaga filantropi. Baik peserta dari pengurus area maupun pengurus provinsi terlihat sangat antusias menyimak dan terlibat dalam kegiatan hingga akhir. 

Silaturahmi KNRP Jawa Barat: Nafas Panjang untuk Senyum Palestina

Silaturahmi KNRP Jawa Barat: Nafas Panjang untuk Senyum Palestina

KNRP Jawa Barat melaksanakan silaturahmi akhir tahun Rabu, 20 Desember 2023 di Resto De Tuik Kabupaten Bandung. Kegiatan yang bertema Nafas Panjang untuk Senyum Palestina ini dilaksanakan mulai dari pukul 10:00 hingga pukul 16:00. Peserta merupakan para pengurus/perwakilan dan relawan daerah se-Jawa Barat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk kita berefleksi bahwa selama setahun kita telah menggalang kepedulian masyarakat di Jawa Barat dan membahas ide-ide strategis untuk merawat kepercayaan donatur kepada KNRP Jawa Barat.” ungkap Khadirun Agus Susanto, ketua panitia. “Selama genosida berlangsung kita menerima permintaan layanan yang banyak sangat banyak, jangan sampai kepercayaan ini kita sia-siakan.”

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengapresiasi pengurus dan relawan yang berprestasi selama tahun 2023. Para peserta juga menyampaikan beberapa idenya untuk pelayanan kepedulian kepada Palestina yang lebih baik. Menyambut antusias para peserta, Ustadz Ardiansyah Ashri Husein Lc., MA. berpesan untuk menguatkan ikatan sesama pengurus dan relawan agar dapat menepis ancaman pihak-pihak yang mengatasnamakan KNRP Jawa Barat.

Silaturahmi KNRP Jawa Barat kali ini mendapat kesan yang mendalam mengingat pertemuan, dan taujih-taujih penguat dari para asatidz yang terlibat. Semoga kegiatan ini merupakan simbol membaiknya pelayanan KNRP Jawa Barat untuk tahun 2024 dan waktu-waktu mendatang.

KNRP Jabar dalam Aksi Bela Palestina

KNRP Jabar dalam Aksi Bela Palestina

KNRP Jawa Barat terlibat dalam Aksi Bela Palestina 17 Desember 2023. Dalam kegiatan ini, KNRP menggerakkan dua bus dari segenap relawan dan donatur untuk bergabung. Berangkat sejak pukul 01:20 dini hari, bus KNRP tiba pada pukul 5:50. 

Rombongan KNRP Jawa Barat langsung bergabung dengan massa aksi yang telah memenuhi Jalan Medan Merdeka Selatan. Massa aksi langsung disambut nasyid-nasyid yang bertemakan perjuangan Palestina dari grup Shoutul Harokah yang diputar dengan pengeras suara yang disebar di beberapa sudut.

Tidak hanya relawan dan donatur, KNRP Jawa Barat juga mengakomodir kontribusi dari RS Al-Islam Kota Bandung untuk terlibat secara langsung dengan menghadirkan tenaga-tenaga medis dan ambulans. Terlihat dr Wahyu, dan Ustadz Azis Permana, selaku Ketua dan anggota Komite Ketakmiran Masjid dan Kerohanian RSAI, Ners Amalia serta para tenaga medis lain berfoto dengan koordinator KNRP Jawa Barat, Ustadz Ardiansyah Ashri Husein Lc., MA. di depan Ambulans RS Al-Islam.

Dalam aksi ini, Majelis Ormas Islam mengeluarkan empat tuntutan dalam pernyataan sikap menjelang akhir aksi:
Pertama, menuntut PBB melakukan pengucilan terhadap AS yang telah menggunakan hak vetonya pada resolusi gencatan senjata untuk kemanusiaan di Gaza.
Kedua,
memprotes keras pemerintah AS atas dukungan penuh baik dana maupun militer terhadap kejahatan perang dan genosida yang dilakukan oleh zionis laknatullah israel.
Ketiga, meminta pemerintah untuk menarik duta besar Indonesia di AS, sebagai bentuk protes terhadap dukungan AS terhadap israel.
Keempat, Menuntut  perubahan peraturan dan penghapusan hak veto di PBB.
Kelima, menuntut dibukanya seluruh pintu perbatasan menuju Gaza, agar bantuan kemanusiaan dapat masuk.

Aksi berlangsung tertib hingga pukul 10:00. Dilaporkan jumlah massa yang bergabung mencapai 1 juta orang, terdiri dari pemuda, orang tua, bahkan anak-anak. Kepolisiran RI mengerahkan sebanyak 1.438 personel untuk memastikan aksi berjalan dengan aman.

 

Semakin Banyak Pasien Meninggal di RS Asy-Syifa

Semakin Banyak Pasien Meninggal di RS Asy-Syifa

Direktur rumah sakit melaporkan mengatakan lebih banyak orang akan meninggal jika agresi ini terus berlanjut.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf Al-Qudra, mengatakan serangan kedua pada hari Ahad menyebabkan kerusakan signifikan pada unit perawatan intensif. Unit kardiologi rumah sakit rusak parah di pagi hari akibat serangan.

Di unit anak, tiga bayi meninggal pada Ahad pagi, sehingga jumlah bayi yang meninggal dalam waktu kurang dari 48 jam menjadi lima akibat terhentinya layanan medis di Al-Shifa. Setidaknya 37 bayi prematur berisiko berada di ICU.

Beliau juga menyampaikan risiko bahwa “pasien dialisis dapat meninggal karena ketidakmampuan untuk mengobati mereka dan akumulasi racun dalam darah mereka.”

Sementara itu pada hari Ahad, Direktur Jenderal Rumah Sakit di Jalur Gaza, Muhammad Zaqout memperingatkan dalam konferensi pers bahwa, agresi di Kompleks Medis Al-Shifa mengancam nyawa. Sekitar 650 pasien terluka, termasuk 36 di antaranya anak-anak.

Rumah sakit masih dikepung oleh tank-tank yang mengelilinginya dari segala arah.

“Tenaga medis melakukan segala upaya untuk memberikan perawatan kepada pasien dan korban luka. Dilaporkan bahkan tenaga medis menggunakan metode konvensional di tengah tragedi kemanusiaan yang mengerikan; kekurangan pasokan medis, makanan, dan air.”

Dikatakan bahwa permohonan berulang kali untuk bantuan internasional yang mendesak – mengingat pengepungan selama seminggu dan pemadaman komunikasi dan internet selama lima hari – tidak berhasil.

Pasukan penjajah israel telah meningkatkan serangannya, memisahkan wilayah selatan dari wilayah utara dan mencegah ambulans mencapai wilayah yang terkena dampak.

“Hal ini mengakibatkan banyaknya jenazah yang terlantar dan membatasi kemampuan respons medis, sementara hanya satu rumah sakit yang beroperasi di selatan Gaza dan dua di utara,” pernyataan itu menyimpulkan. (is/knrp)

Tidak Ada Tempat Aman bagi Warga Gaza

Tidak Ada Tempat Aman bagi Warga Gaza

Peristiwa Selasa malam (17/10) penyerangan penjajah israel ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli dengan korban lebih dari 500 jiwa yang gugur, menjadi ancaman bagi warga Palestina. Tidak ada tempat yang aman bagi warga Jalur Gaza terutama korban yang mengalami luka-luka ringan maupun yang berat. 

Penjajah israel akan mensasar pusat rumah sakit lainnya yang ada di Jalur Gaza. Aksi genosida masih berlangsung. 3.300 jiwa lebih gugur. Adakah cara bagi warga Palestina agar selamat dari amukan roket israel?

Yuk, terus kuatkan saudara-saudara kita di Palestina yang sudah lelah raga dan jiwanya menghadapi teror serangan roket israel, dengan doa dan kontribusi donasi terbaik kita. ✊🏻

Bantu Korban di Gaza ⤵️
bit.ly/donasiknrpjabar

EMERGENCY AID FOR JENIN

EMERGENCY AID FOR JENIN

Serangan dua hari israel ke Jenin (3-4/07) mengakibatkan beberapa bangunan dan infrastruktur rusak berat. Membuat sebagian warga kehilangan harta benda dan mengungsi dari tempat tinggalnya. Tidak sedikit korban yang berguguran pasca serangan, yaitu 12 orang gugur, 120 luka-luka, dan 150 orang ditangkap.

Menjawab kebutuhan warga Jenin, KNRP terus mengirimkan bantuannya pada hari Senin (10/07). Kali ini berupa kesehatan dan sembako yang merupakan kebutuhan darurat yang dibutuhkan para korban agresi militer israel.

TERIMA KASIH PARA DONATUR
Jazakumullah Khair

Bantu Rakyat dan Pengungsi Palestina sekarang: ⤵️
https://linktr.ee/knrpjabar

Qurban untuk Palestina, Gimana?

Qurban untuk Palestina, Gimana?

Pertanyaan di atas dapat kita jawab dengan memahami krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina selama beberapa dekade terakhir. Jangan khawatir, kami telah merangkumkannya untuk Anda.

Penjajahan yang Merampas Kehidupan
Sebagaimana kita tahu, Penjajahan Palestina sudah berlangsung selama 75 tahun lebih. Hak asasi diabaikan, kehidupan semakin terhimpit dan terbuang, properti dirampas habis-habisan. Salah satu yang perlu kita cermati adalah perampasan israel atas tanah dan sumber air. Sebagai sumber kehidupan, air adalah kebutuhan pokok makhluk hidup. Pembangunan pemukiman ilegal oleh israel telah merampas kebutuhan ini dari hidup orang Palestina. Perampasan tanah dan sumber air ini menjadi salah satu alasan utama peternakan di Palestina mengalami krisis.

Situasi yang parah dialami oleh masyarakat Palestina di Umm Al-Khair. Warga Palestina yang menempati tempat ini merupakan pengungsi dari pendudukan israel di wilayah Naqab. Disebabkan israel mendirikan pemukiman ilegal bernama Carmel pada tahun 1949, mereka mengungsi. Warga Palestina di Umm Al-Khair harus membayar sekitar Rp150.000 untuk satu meter kubik air.


Salah satu peternak Palestina asal Desa Salem, Nablus, Mahyoub ‘Ahed ‘Abdallah Shtiyeh, menceritakan betapa sulitnya memelihara ternak di bawah penjajahan. Sejak israel membangun pemukiman ilegal Elon Moreh pada tahun 1980, kegiatan beternak tidak sama lagi. “Dulu saya mempunyai 120 ekor kambing, kini hanya 90 ekor.” Sebagian ternaknya dijual untuk membeli pakan dan kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Mahyoub Shtiyyeh, sumber: B’tselem

Mahyoub mengeluhkan pendudukan israel atas desanya. Dengan adanya pemukiman ilegal, ia beserta peternak lain tidak bisa menggembalakan ternaknya ke padang rumput seperti dulu. Padang rumput di desanya kini dibelah jalan pemukiman ilegal, tentara israel mencegah para peternak untuk membawa ternaknya ke sana.


Nasib yang tak kalah memprihatinkan dirasakan pula oleh peternak di Lembah Yordan, bagian timur Tepi Barat Palestina. Pada tahun 2020, seorang peternak menceritakan kesulitannya sejak israel melarang penjualan domba di tempat tinggalnya. Mahmud Bsharat mengatakan, israel menetapkan jual beli hewan qurban dari Lembah Yordan sebagai tindakan kriminal. 

Israel juga melarang para peternak untuk mengakses padang rumput yang merupakan tempat para peternak menggembalakan domba-domba mereka. Hal tersebut dilakukan dengan alasan Lembah Yordan merupakan area latihan militer; meski hal tersebut tak pernah dan tidak layak dinyatakan ke publik sebab merupakan salah satu bentuk aneksasi. Mahmud mengatakan, ia hanya dapat menjual 3 ekor domba dari keseluruhan 35 domba yang ia jual untuk Idul Adha pada tahun 2020.

Kemiskinan dan Pengusiran: Pembunuh Misterius dan Perlahan
Sebagai negara yang belum merdeka, kondisi Palestina semakin memprihatinkan. Berdasarkan data yang dikeluarkan PBB, kerawanan pangan meningkat ke 23% (sebelumnya 7%) pada tahun 2022 di Tepi Barat dan 53% (sebelumnya 50%) di Gaza. Data ini hanya menunjukkan warga/masyarakat yang masih menempati tempat tinggalnya di Palestina terjajah, bukan sebagai pengungsi.

Anak-Anak Palestina yang Menjadi Pengungsi


Sementara itu, warga Palestina yang menjadi pengungsi baik di dalam Palestina maupun berdiaspora di berbagai negara kini jumlahnya menyentuh 6,4 juta jiwa. Data ini dikeluarkan oleh The Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) pada tahun 2022. Masih menurut data yang sama, angka tersebut belum mencakup jumlah pengungsi yang terusir akibat agresi israel pada 1949, 1967, dan pasca 1967.


Jumlah bangsa Palestina yang mengungsi menyentuh 14 juta jiwa. Tentu jumlah ril melampaui angka tersebut mengingat banyak warga Palestina yang tinggal di kamp-kamp pengungsian yang tak tercatat atau selain dari UNRWA. Dengan jumlah sebesar itu, kondisi para pengungsi Palestina tidak dapat hidup dengan layak.
Sebagian besar kamp pengungsian (baik dari UNRWA maupun bukan) tidak dalam kondisi yang layak menampung para pengungsi. Bangunan yang sudah tua dan rapuh, menampung terlalu banyak pengungsi, akses sanitasi yang buruk.

Kondisi ini diperburuk dengan fakta bahwa para pengungsi tidak mendapat akses mata pencaharian yang layak, serta tidak mendapat posisi yang sama di hadapan hukum di negara tempat mereka mengungsi.  Sedemikian terpuruk kondisi di Palestina, bagaimana kita bisa membantu mereka? Mengangkat kembali derajat bumi Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam, bumi isra-mi’raj, bumi para Nabi dan akhir zaman?

Aparat Zionis di dalam Masjid Al-Aqsa, sumber: Middle East Eye

Kami Hadir Menyertai Kepedulian Anda
Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) adalah lembaga kemanusiaan pertama di Indonesia yang peduli terhadap permasalahan masjid Al-Aqsha dan isu kemanusiaan di Palestina. Legalitas KNRP telah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM dengan nomor: AHU-54.AH.01.06. Sejak tahun 2012, KNRP konsisten menyalurkan qurban dari masyarakat Indonesia kepada masyarakat dan pengungsi Palestina. 

Pemotongan Hewan Qurban tahun lalu
Tahun ini, KNRP Jabar kembali mengajak Anda berqurban untuk rakyat dan pengungsi Palestina. Hanya dengan 2.300.000, Anda sudah dapat berqurban setara 1/7 lembu. Setiap tahun, rakyat dan pengungsi Palestina merayakan hari raya idul adha dengan amat sederhana. Jika di Asia Tenggara hari besar umat Islam adalah Idul Fitri, hari besar umat Islam di tanah Arab secara umum adalah Idul Adha. Sediakah kita membahagiakan saudara-saudara kita, rakyat dan pengungsi Palestina pada Idul Adha tahun ini?
Salah Satu Foto Penyaluran Qurban di Gaza
Salah satu hal yang kita harapkan dalam kehidupan di dunia adalah pertolongan Allah. Sebab, banyak kesuksesan dalam hidup tidak lain adalah semata pertolongan Allah, tidak ada yang merupakan karya kita sendiri sebagai seorang hamba. Sebagaimana Sabda baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam:

“Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

 

Bahkan dalam Al-Quran, Allah swt memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam ketakwaan:

…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan… (Al-Maidah: 2)

 

Sebagaimana kita tahu, perintah berqurban difirmankan dalam surat yang amat pendek: surat Al-Kautsar. Menariknya, di dalamnya perintah berqurban disandingkan dengan perintah shalat.

Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (Al-Kautsar:1-3)


Qurban Online, Sahkah?
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: Apakah sah kita berqurban tanpa melihat hewan dan proses memotongnya? Sebelum mendengar jawaban dari pertanyaan di atas, ada baiknya kita renungkan ayat Allah berikut:

Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (Al-Hajj:37)

 

Dr. Saiful Bahri, MA, wakil ketua LSBPI Majelis Ulama Indonesia dan anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerangkan persoalan ini dengan ringkas dan indah: 

“Secara akuntabilitas kita bisa meminta pertanggungjawaban dengan dikirimi bukti penyembelihan hewan qurban kita. Di saat yang sama, ada spirit berbagi, kepada saudara-saudara kita di sana, dukungan kemerdekaan, dan juga keberkahan masjid Al-Aqsa.”


Tebar Kebahagiaan di Tanah yang Diberkahi bersama KNRP. Kirim 2.500 Qurban untuk Palestina. Nilai partisipasi berqurban untuk Palestina:

 

 

Klik link di bawah ini, ikuti prosesnya, lalu konfirmasi ke whatsapp kami.

 

Catatan: untuk kemudahan layanan, kami harap Anda memasukkan nomor whatsapp aktif. Tim kami akan mengontak untuk update ibadah qurban Anda.

 

 

Visi Misi

Visi

Menjadi lembaga kemanusiaan yang kokoh dan terdepan dalam membantu Palestina.

Misi

Misi Utama KNRP adalah Misi Kemanusiaan. Misi ini diterjemahkan dalam empat aspek:

  1. Melakukan sosialisasi dan edukasi tentang permasalahan Palestina
  2. Menggalang  dukungan moril dan materil dari berbagai elemen masyarakat
  3. Menyalurkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat untuk rakyat Palestina
  4. Meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga yang profesional, transparan, dan inovatif.

Profil Lembaga

Profil Lembaga

Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) adalah pelopor lembaga kemanusiaan yang peduli terhadap permasalahan masjid Al-Aqsha dan isu kemanusiaan di Palestina. Berdiri sejak Mei 2006, KNRP berusaha terus menjadi mitra pemerintah Republik Indonesia dalam mengangkat hak-hak kemanusiaan rakyat dan pengungsi Palestina.

Sebagai lembaga resmi yang telah menyalurkan milyaran rupiah untuk rakyat dan pengungsi Palestina, kami tidak berhenti untuk mengajak Anda bersolidaritas dengan mereka. Selama Masjid Al-Aqsha, kota suci Yerusalem dan bangsa Palestina masih ditindas dan dilecehkan oleh Zionis israel, maka dukungan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat masih terus dibutuhkan oleh mereka.

Mari bersama Kembalikan Senyum Palestina.