rumah palestina diledakkan

Tanpa Kesalahan Apapun, Rumah Palestina Digusur dan Diledakkan

Rumah keluarga Abu Laila di kota Salfit digusur dan diledakkan oleh tentara Zionis Israel pada pagi hari Rabu (24/4). Keluarga ini tidak bersalah apa-apa, tetapi mahkamah Zionis Israel memerintahkan kepada keluarga Abu Laila untuk mengosongkan rumah mereka sebelum dihancurkan. Alasannya karena salah satu anak mereka yang bernama Umar Abu Laila merupakan seorang pejuang Palestina.

 

 

Untuk aksi penggusuran biadab tersebut, tentara Zionis Israel sudah menyebar sejak malam hari di daerah Zawiya, kota Salfit. Para tentara menyebar di sekitar daerah rumah keluarga tersebut. Tentara Zionis Israel memaksa wartawan berhenti meliput dengan menyemprotkan merica dan gas air mata. Setelah tujuh jam lamanya para tentara zionis mengahncurkan tembok rumah dengan buldoser, mereka pun meledakkan rumah tersebut sampai hancur.

Sumber: Shehab News Agency

senegal dukung palestina

Senegal Menegaskan Al-Quds Milik Umat Islam

Institut Islam di ibukota Senegal, Dakar, menyelenggarakan acara solidaritas Palestina pada hari Rabu (24/4). Agenda utama dalam acara solidaritas tersebut adalah pernyataan bersama bahwa Al-Quds adalah ‘ibukota permanen kebudayaan Islam’. Acara ini diselingi berbagai sambutan dan pernyataan dari para tokoh keagamaan, politisi, dan sastrawan.

Kegiatan tersebut dimulai dengan memperdengarkan lagu kebangsaan Palestina dan Senegal. Dalam acara yang bersifat seremonial tersebut, seluruh pembicara dan pengisi acara sepakat membawakan tema bahwa Palestina dan Al-Quds adalah permasalahan utama umat Islam. Selain itu ditegaskan pula bahwa Al-Quds yang sedang dijajah ‘Israel’ cepat atau lambat akan menjadi ibukota Palestina.

Sumber: Pusat Informasi Palestina.

Gaza kekurangan susu

Kekurangan Susu, Anak-Anak Gaza Terancam Cacat Mental

Direktur Farmasi Kementerian Kesehatan Gaza Alaa Hillis mengingatkan ancaman terjadinya bencana kemanusiaan terhadap pasien anak-anak di Jalur Gaza. Ancaman tersebut disebabkan menipisnya stok susu formula khusus untuk kebutuhan pengobatan anak-anak di Jalur Gaza. Akibatnya ratusan anak-anak Gaza dapat terancam cacat kejiwaannya.

Diterangkan oleh Hillis pada hari Senin (22/4), bahwa semakin habisnya stok susu khusus tersebut dapat menyebabkan anak-anak Gaza yang sedang berobat terkena cacat mental, baik berupa stres, agresif, gerakan-gerakan tidak jelas, dan gekala-gejala mental lainnya. Apalagi susu tersebut sangat mahal, yaitu lebih dari 100 dolar AS per buah, di tengah kondisi finansial Gaza yang sangat sulit saat ini. Hillis menyerukan seluruh pihak dimanapun agar membantu terpenuhinya kebutuhan susu tersebut untuk menyelamatkan anak-anak Gaza.

Sumber: Alray Media Agency

jepang bantu palestina

3 Juta Dolar AS Bantuan Jepang Untuk Palestina

Pemerintah Jepang menggelontorkan paket bantuan keuangan baru untuk Palestina senilai 3.345.535 dolar AS untuk United Nations Office for Project Services (UNOPS) yang ditujukan khusus untuk membantu rakyat Palestina. Berdasarkan keterangan yang dirilis UNOPS pada hari Selasa (23/4), paket bantuan tersebut akan direalisasikan dalam bentuk dua proyek baru di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Proyek pertama adalah membenahi sistem distribusi listrik di Jalur Gaza dengan menggunakan energi terbarukan senilai 1,79 juta dolar AS, dan diperkirakan akan rampung dalam 12 bulan. Target utamanya adalah membantu operasional rumah sakit dengan target 100.000 pasien dapat terbantu proses pengobatannya. Selain itu ada proyek fasilitas sanitasi di kota Jericho, Tepi Barat, senilai 1,54 juta dolar AS.

Sumber: Alray Media Agency

Israel Rasis

Capres Yahudi Amerika Serikat: Pemerintah Israel Rasis!

Kandidat presiden Amerika Serikat dari negara bagian Vermont, Bernie Sanders menyampaikan pernyataan menghebohkan dalam segmen acara Town Hall yang disiarkan CNN secara langsung pada Senin malam (22/4) waktu setempat. Sanders menegaskan bahwa Zionis Israel sekarang dipimpin oleh pemerintah rasis, walaupun Sanders sendiri seorang yahudi.

“Saya tidak anti Isral, tetapi faktanya adalah Netanyahu adalah seorang politisi sayap kanan yang saya rasa memperlakukan rakyat Palestina dengan sangat tidak adil,” ujarnya. Kemudian Sanders selanjutnya melanjutkan bahwa Israel “saat ini diperintah oleh pemerintah sayap kanan-saya berani katakan-sekaligus juga rasis.” Sanders sebagai politisi independen juga menambahkan bahwa Amerika Serikat selayaknya harus adil kepada Palestina. Perlu dicatat bahwa AS menggelontorkan 3,8 miliar dolar AS per tahun untuk Zionis Israel, sedangkan Palestina sejak tahun 1994 sampai sekarang hanya menerima 5 miliar dolar AS.

Sumber: Mondoweiss