tawanan terancam

 

Akibat perlakuan buruk dari Zionis Israel, banyak tawanan Palestina terancam nyawanya. Itulah yang disampaikan Lembaga Urusan Tawanan dan Eks-Tawanan Palestina pada hari Ahad kemarin (24/3). Para tawanan Palestina yang dimaksud adalah mereka yang dipenjara di Ramle, tengah Palestina.

Dalam laporannya lembaga tersebut memperingatkan semakin buruknya keadaan para tawanan tersebut, baik keadaan kesehatan mereka maupun keadaan di penjara mereka. 15 orang tersebut kini dirawat di klinik penjara Ramle. Mayoritas mereka adalah penyandang disabilitas yang terpaksa harus memakai kursi roda, dan sangat bergantung dengan bantuan tawanan lainnya. Selain itu mereka masih juga dilalaikan pengobatannya oleh aparat Zionis Israel.

Sumber: Alray Media Agency

dokter palestina

 

Aparat Zionis Israel menangkap seorang perempuan Palestina di Hebron pada hari Ahad kemarin (24/3). Perempuan tersebut adalah Suzanne Al-Salaymeh berusia 25 tahun yang juga berprofesi sebagai dokter di sebuah rumah sakit di Hebron.

Al-Salaymeh ditangkap Zionis Israel saat sedang melewati pos pemeriksaan di daerah Tel Armida di tengah kota Hebron. Salaymeh sempat diinterogasi dulu satu setengah jam sebelum digelandang oleh aparat Zionis Israel. Sebuah video memperlihatkan ketika Salaymeh dipaksa masuk ke sebuah jip besar polisi zionis, sambil terdengar beberapa orang yang mencoba menghentikan tindakan sewenang-wenang tersebut.

Sumber: Alray Media Agency

yahudi radikal - knrp jabar

 

Sepanjang hari Selasa (26/2) kemarin tercatat beberapa penistaan tidak bertanggungjawab dari pihak Zionis Israel yang dilakukan terkait dengan Masjid Al-Aqsha. Dimulai dari Gerbang Ar-Rahmah yang dicorat-coret, penerobosan Al-Aqsha, sampai penangkapan dan pencekalan aktivis Palestina.

Pagi hari Selala itu saja warga Palestina dikejutkan dengan coretan bernada rasis dan berbahasa Ibrani yang muncul di sisi luar Gerbang Ar-Rahmah. Sisi luar tersebut berhadapan langsung dengan bukit di sisi timur Al-Aqsha dan terletak di luar masjid.

coretan rasis - knrp jabar

Pada pagi hari yang sama terjadi lagi penerobosan Masjid Al-Aqsha oleh para yahudi radikal dnegan pengawalan ketat dari aparat zionis. Namun bedanya, kali ini penerobosan tersebut diikuti juga oleh Menteri Pertanian Zionis Israel, Uri Ariel. Penerobosan provokatif ini dihadapi oleh para aktivis Palestina dan jemaah masjid yang sedang mengaji dan belajar di Al-Aqsha, supaya para yahudi radikal tersebut tidak bebas berkeliaran di masjid.

yahudi radikal - knrp jabar

Selain itu pada siang harinya, terjadi penangkapan ulama Yerusalam, Syaikh Raed Da’na dari rumahnya. Beliau juga menjabat sebagai Direktur Dakwah dan Pembinaan di Masjid Al-A qsha. Padahal beliau beberapa hari sebelumnya sudah dicekal masuk Al-Aqsha. Dilaporkan pula di hari yang sama, seorang aktivis muslimah Palestina bernama Hanadi Halwani divonis cekal untuk masuk Al-Aqsha selama 6 bulan. Padahal Halawani sendiri sempat ditangkap oleh Zionis Israel pada hari Rabu (20/2) pekan lalu.

Sumber: Alray Media Agency, Shehab Media Agency.

 

Hanya dalam sehari tercatat beberapa diskriminasi Zionis Israel terhadap para warga Palestina di berbagai tempat. Pada hari Senin (25/2) penggusuran biadab dilakukan Zionis Israel terhadap kemah-kemah warga Palestina yang tidak mampu di kampung Al-Ras Al-Ahmar di sebelah Timur Tammun, Palestina. Puluhan alat berat berkeliaran di kampung itu dan menggusur banyak kemah, termasuk kandang ternak milik warga bernama Fahd Bani Odeh.

Di tempat lainnya tepatnya di kota Hebron, penjajah Zionis Israel pada hari itu juga menyebar surat perintah penggusuran terhadap rumah-rumah keluarga Warsanah dan Al-Halayiqa, di daerah Al-Syuyukh sebelah timur laut kota Hebron. Padahal mereka sudah memiliki sertifikat kepemilikan rumah mereka sejak sebelum datangnya penjajah Zionis Israel. Selain itu di kota Yerusalem, Zionis Israel mencekal seorang warga Palestina untuk masuk ke kampungnya sendiri di Isawiya. Meskipun sudah 17 tahun mendekam di penjara Zionis Israel, tetapi warga bernama Abdul Rahman Mahmud itu masih harus dicekal 10 hari untuk masuk ke kampungnya.

Sangat kontras dengan semua diskriminasi tersebut, di hari yang sama tercatat gelombang kedatangan penjajah yahudi dari Ukraina sebanyak 243 orang sebagaimana dilaporkan Channel 7 milik zionis. Dengan diangkut oleh maskapai Zionis, mereka mendarat di bandara Ben Gurion di kota Tel Aviv. Jika di hari itu warga Palestina diusir di berbagai tempat, maka ratusan yahudi pendatang ini akan langsung diberikan kewarganegaraan Zionis Israel dan diberikan rumah di Haifa, Netanya, Rishon Letzion, dan Ashdod. Tidak hanya itu, bahkan para pendatang yahudi itu akan diberikan uang minimal sebesar 500 dolar untuk setiap orangnya.

Sumber: Alray Media Agency, Shehab Media Agency Edited ✅

@knrpjabar
@infoknrp
@relawanknrp
@daicintapalestina

Web: https://www.knrpjabar.or.id
FB: https://fb.me/INFOKNRPJABAR
IG: https://www.instagram.com/knrpjabar
Twitter: https://bit.ly/2yfgcor

Ayo salurkan donasi Cinta Palestina melalui rek a.n KNRP JABAR

CIMB Niaga Syariah (022) 796 333 000 100

Mandiri Syariah (451) 720 000 4005

Narahubung Donasi : 0822 1731 6399

ayo bantu palestina

Walaupun Dicekal, Ibu Ini Tetap Membantu Para Penjaga Al-Aqsha

Penjajahan Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsha selalu mengundang perlawanan umat Islam, terutama ketika hari Senin kemarin (18/2) aparat Zionis Israel menggembok salah satu gerbang bersejarah di dalam Al-Aqsha, Gerbang Ar-Rahmah. Sejak penggembokan itu, umat Islam di Palestina berusaha agar gerbang tersebut tidak diganggu lagi oleh Zionis Israel. Tidak terkecuali dengan seorang guru Palestina yang tinggal di Yerusalem.

Khadija Khuweis, guru Palestina ini sekaligus juga termasuk aktivis ibu-ibu pembela Al-Aqsha yang dikenal dengan sebutan ‘Murabitat’. Sepak terjangnya selalu fenomenal, sehingga penjajah Zionis Israel pernah menyeretnya ke penjara, memukulinya, serta mencekalnya untuk masuk Al-Aqsha. Nama Khadija Khuweis telah disebarkan ke seluruh pos zionis di Al-Aqsha untuk diusir ketika hendak memasuki Masjid Al-Aqsha.

Walaupun dicekal, Khadija tetap berusaha membantu kaum muslimin yang sejak Senin sampai detik ini masih berjaga di Al-Aqsha. Dalam status Facebook hari Jumat (22/2) tengah malam waktu setempat, Khadija menulis: “Kalian semua tahu karena ada alasan pencekalan saya tertahan untuk dapat bergabung bersama kalian secara fisik. Walaupun hati ini dan doaku tetap menyertai kalian, adakah di antara kalian yang mau menggantikanku menjaga Al-Aqsha besok (Jumat)?”

Khadija kembali melanjutkan sambil setengah berseloroh, “Mereka Zionis Israel bisa saja melarang tubuhku memasuki Al-Aqsha, tetapi mereka tidak akan bisa melarang nasi Maqlubah buatanku untuk masuk kesana,” sembari mengunggah foto nasi Maqlubah tersaji di depan Kubah As-Sakhrah. Nasi Maqlubah sendiri adalah makanan khas Palestina. Shehab News Agency melansir foto-foto dari website Silwanic, para jemaah yang berjaga di Gerbang Ar-Rahmah sedang menikmati nasi Maqlubah selepas shalat Isya pada hari Kamis (21/2).

Sumber: Shehab News Agency