Para Patriark dan Kepala Gereja Kota Al-Quds Mengecam “Ibadah Tanpa Suara” Yahudi di Kompleks Masjid Al-Aqsha

The Patriarchs and Heads of Churches (Para Patriark dan Kepala Gereja) Kota Al-Quds mengecam keputusan hakim pengadilan penjajah yang memberi izin bagi para pemukim ilegal yahudi untuk beribadah “tanpa suara” di dalam kompleks masjid Al-Aqsha. Menurut Para Patriark dan Kepala Gereja, keputusan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak bagi muslim untuk beribadah secara tenang di dalam kompleks Al-Aqsha secara tenang sesuai akidah dan syariat Islam.

Para Patriark dan Kepala Gereja juga mengafirmasi bahwa hanya Departemen Wakaf – Kementerian Urusan Islam, Wakaf, dan Situs Suci Negara Yordania yang berhak menentukan kebijakan mengenai pengunjung kompleks Masjid Al-Aqsha.

Statemen Para Patriark dan Kepala Gereja Al-Quds juga mengindikasikan pandangan mereka atas keputusan tidak adil ini akan memunculkan dampak besar dan serius. Hal ini mengingat bahwa kompleks Masjid Al-Aqsha merupakan situs bersejarah dan dilindungi hukum milik Bangsa Palestina khususnya, dan umat Islam seluruh dunia umumnya.

Para Patriark dan Kepala Gereja Al-Quds merupakan entitas di bawah koordinasi Gereja Katolik Roma. Secara praktik keagamaan, mereka adalah para pemegang otoritas keagamaan katolik di kota Al-Quds.
___
Sumber: wafa
Foto: lpj.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Ada yang bisa dibantu?