arogansi zionis di al aqsha

 

Sejak Zionis Israel menggembok Gerbang Ar-Rahmah di Masjid Al-Aqsha pada hari Senin (18/2), para jemaah dan warga Palestina bangkit melawan arogansi Zionis tersebut. Terhitung sejak hari Senin warga muslim Palestina menunjukkan pembelaanya terhadap gerbang Al-Aqsha tersebut, dimulai dengan memutus rantai yang dipasang aparat Zionis disana, sampai menggelar ronda beramai-ramai untuk mencegah aparat Zionis Israel kembali mengembok gerbang tersebut.

Puncaknya terjadi pada Selasa malam (19/2) setelah para jemaah shalat Isya dan berjaga di sekitar Gerbang Ar-Rahmah, aparat Zionis membubarkan paksa para jemaah dengan memukul dan menyeret mereka. Pecahlah suara takbir dan perlawanan jemaah terhadap tindakan penjajah yang memasuki Masjid Al-Aqsha itu. Sampai berita ini ditulis, Pusat Informasi Palestina melaporkan 20 jemaah luka-luka setelah dipukuli aparat zionis, dan ada 13 jemaah yang ditangkap oleh aparat Zionis. Tidak cukup sampai disitu, aparat Zionis menutup seluruh gerbang Masjid Al-Aqsha, masjid milik seluruh kaum muslimin sedunia.

Sumber: Pusat Informasi Palestina

peringatan pembantaian masjid ibrahimi

 

Sejarah mencatat sebuah pembantaian berdarah pada tanggal 25 Februari 1994 di kota Hebron, tepatnya di Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi. Seorang Zionis radikal, Baruch Goldstein membantai 30 jemaah shalat Subuh di masjid itu. Peristiwa itu diabadikan sebagai bukti kekejaman Zionis Israel yang haus darah kaum muslimin dan tidak menghormati tempat suci. Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi sendiri merupakan tempat suci kedua di Palestina setelah Masjid Al-Aqsha, dan menurut banyak pihak menjadi lokasi makam Nabi Ibrahim A.S. Namun masjid ini selalu dirongrong dan hampir direbut oleh Zionis Israel.

Berkenaan dengan itu, Komite Pusat Nasional Aksi Kepulangan Akbar mengumumkan bahwa Aksi Kepulangan Akbar pada hari Jumat nanti (22/2) akan bertemakan ‘Persembahan Bagi Syuhada Al-Haram Al-Ibrahimi’ untuk memperingati pengorbanan para syuhada tersebut, demikian dalam pernyataan singkat mereka pada hari Selasa (19/2). Sedianya Aksi Kepulangan Akbar pada hari Jumat nanti akan menjadi aksi yang digelar untuk ke-48 berturut-turut sejak bulan Maret 2018.

Sumber: Alray Media Agency

aksi great return march - knrp jawa barat

 

Aksi Kepulangan Akbar kembali digelar di pantai Gaza untuk ke-24 kalinya. Aksi yang digelar pada hari Selasa petang (19/2) dihadapi oleh tentara Zionis Israel dengan peluru tajam.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Jalur Gaza, Ashraf Al-Qudrah mengabarkan bahwa 20 orang warga Gaza terkena tembakan Zionis yang mengakibatkan mereka luka-luka. Aksi kali ini digelar di pantai Beit Lahia yang berdekatan dengan pangkalan militer Zikim milik penjajah Zionis, sebelah utara Jalur Gaza.

Bermula setelah shalat Asar ribuan warga Gaza turut hadir dalam aksi heroik ini. Tidak hanya berkumpul di pantai, warga Gaza yang lainnya juga menerjunkan puluhan perahu dari pelabuhan Gaza ke arah utara Jalur Gaza demi menerobos blokade zalim Zionis Israel.

Sumber: Alray Media Agency

israel kembali menista masjid al aqsha - knrp jawa barat

 

Aparat Zionis Israel dengan congkaknya menutup seluruh pintu Masjid Al-Aqsha dan menawan beberapa jemaah yang berada di dalam masjid suci tersebut pada siang hari Senin (18/2). Sampai saat ini dilaporkan beberapa sumber bahwa seorang ibu-ibu dan empat pemuda Palestina telah ditawan Zionis Israel.

Semua bermula dari gerbang bersejarah di sebelah timur Al-Aqsha, yaitu gerbang Ar-Rahmah. Pada awalnya aparat Zionis merantai dan menutup gerbang Ar-Rahmah dengan sengaja demi menghalangi beberapa tokoh kementerian agama Palestina yang hendak menuju kesana. Akibatnya para pemuda dan jemaah lain bangkit melawan perbuatan aparta Zionis tersebut.

Sumber: Shehab News Agency

imam masjid al aqsha di culik - knrp jabar

 

Seorang imam masjid kota Beit Hanina, Syaikh Raed Da’na diculik oleh intelijen Zionis Israel di depan gerbang kota tua Al-Quds pada petang hari Senin (19/2) kemarin. Alasannya hanyalah karena beliau memimpin shalat Zhuhur di salah satu bagian Masjid Al-Aqsha.

Sebelumnya dilaporkan bahwa pada waktu Zhuhur tersebut memang terjadi bentrok antara para jemaah shalat dengan aparat penjajah Israel. Di hari yang sama, para jemaah yang melaksanakan shalat Zhuhur di dekat gerbang Ar-Rahmah tersebut melawan aparat Zionis yang berusaha mengusir mereka dari Masjid Al-Aqsha. Dilaporkan bahwa di antara jemaah tersebut seorang ibu-bu dan empat orang lainnya diculik aparat Zionis.

Sumber: Shehab News Agency