israel tabrak lari anak palestina

Anak Palestina Ini Ditabrak Mobil Zionis Israel

Seorang anak Palestina bernama Umar Rafat Al-Salaymeh dan baru berusia enam tahun ditabrak lari oleh penjajah Zionis Israel. Penabrakan tersebut terjadi pada hari Selasa (16/4) di kota Hebron, saat Umar baru pulang dari sekolahnya. Akibatnya Umar cedera lebam dan luka di bagian kepala dan wajahnya.

Umar sendiri bersekolah di lokasi yang berdekatan dengan koloni zionis Kiryat Arba di sebelah timur Hebron. Saat hendak pulang menuju rumahnya di tengah kota Hebron, datanglah mobil salah satu penghuni koloni tersebut kemudian menabrak Umar. Umar langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Hebron.

Sumber: Alray Media Agency

warga kristen gaza dilarang merayakan paskah di yerusalem

Zionis Israel Melarang Warga Kristen di Gaza Merayakan Paskah di Yerusalem

Seluruh pemeluk agama Kristen di Jalur Gaza tidak mendapatkan izin sama sekali untuk mengunjungi Yerusalem selama perayaan Paskah. Sebagaimana dilaporkan Haaretz pada hari Rabu (17/4) hanya 200 warga Kristen Gaza yang boleh keluar Jalur Gaza dalam rangka libur Paskah, itupun mereka berusia di atas 55 tahun. Mereka juga bukan diizinkan ke Gereja Makam Kristus di Yerusalem sebagaimana biasanya, tetapi hanya boleh ke Yordania.

Menurut Haaretz, ini berbeda pada tahun-tahun sebelumnya dimana penjajah Zionis Israel masih mengizinkan umat Kristen Gaza untuk merayakan Hari Paskah di Yerusalem. Tercatat sekitar 1.000 warga Jalur Gaza beragama Kristen. Hari Paskah Kristen sendiri akan jatuh pada hari Ahad tanggal 21 April 2019, dengan diawali berbagai perayaan selama sepekan termasuk hari Jumat Agung yang diperingati umat Kristen sebagai Hari Penyaliban.

Sumber: Alray Media Agency

israel hancurkan rumah di palestina

Penjajah Israel Kembali Menghancurkan Rumah Palestina di Yerusalem

Buldoser Zionis Israel dengan pengawalan ketat polisi dan tentara zionis bergerak merubuhkan sebuah rumah di daerah Beit Hanina sebelah utara kota Yerusalem pada Rabu (17/4). Rumah yang terletak di kawasan Al-Ashqaria itu adalah milik warga Palestina bernama Imran Al-Masri dan digusur tanpa peringatan terlebih dahulu. Imran sendiri sudah berjuang mempertahankan rumahnya sejak awal berdirinya 11 tahun yang lalu, tetapi rumahnya tidak kunjung mendapatkan sertifikat.

Pada hari Ahad kemarin (14/4) Imran mendapat pemberitahuan rumahnya akan digusur, tetapi pengacaranya berhasil menangguhkan penggusuran selama sebulan. Namun tiba-tiba Imran dikejutkan dengan penggusuran rumahnya yang mendadak itu. Akibat penggusuran ini Imran bersama keenam anggota keluarganya terusir dan tidak memiliki tempat lagi untuk bernaung.

Sumber: Alray Media Agency

kompetisi untuk korban amputasi

Pertama Kalinya, Turnamen Bola Untuk Puluhan Pasien Amputasi di Gaza

80 orang ikut bergabung dalam turnamen sepak bola di Jalur Gaza. Namun berbeda dari turnamen biasa, ini adalah turnamen khusus untuk mereka yang kehilangan kakinya karena diamputasi. Turnamen yang digelar oleh Komite Palang Merah Internasional pada hari Sabtu itu (13/4) menjadi sejarah baru di Jalur Gaza. Menurut jubir Palang Merah di Gaza Suhair Zaqut, program ini digelar dalam rangka untuk merehabilitasi para pasien amputasi tersebut secara sosial dan psikis lewat kegiatan olahraga.

Dalam turnamen yang digelar di kota Gaza ini, 80 orang pemain yang berasal dari seluruh penjuru Jalur Gaza tersebut terbagi dalam 5 tim. Mereka dilatih langsung oleh Simon Baker selaku Sekjen Federasi Sepak Bola Pasien Amputasi Internasional atas dukungan Palang Merah. Zaqut juga menngngkapkan bahwa para pemain ini akan dilatih dan dimonitor supaya bisa ikut bertanding di tingkat regional hingga internasional.

Sumber: Shehab News Agency

korban great return march

Update Aksi Kepulangan Akbar: Anak 15 Tahun Dibunuh dan 163 Cedera

Aksi Kepulangan Akbar atau Great Return March kembali digelar untuk ke-54 kalinya di Jalur Gaza pada hari Jumat (12/4) di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza. Pada aksi tersebut Zionis Israel membunuh anak berumur 15 tahun bernama Maysara Abu Shaluf di daerah Jabaliya, sebelah utara Jalur Gaza. Maysara yang ditembak di bagian perut sempat dilarikan Rumah Sakit Indonesia disana, tetapi nyawanya tidak dapat tertolong.

aksi great return march

Selain Maysara masih banyak korban lainnya yang cedera ditembak Zionis Israel. Menurut keterangan Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, sebanyak 163 warga Palestina cedera akibat tembakan peluru tajam maupun peluru berselubung karet.

Sumber: Shehab News Agency