Ribuan massa Palestina kembali gelar aksi pawai laut yang ke-12, di perbatasan laut Jalur Gaza utara, pada Senin (15/10). Aksi pawai laut sendiri telah diluncurkan sejak tiga bulan lalu. Dengan tujuan perbatasan laut di utara Jalur Gaza dan dunia luar, untuk mematahkan blokade laut Israel. Namun pasukan Israel berupaya menggagalkannya, dan menangkap kapal milik para warga.

Jurnalis kami melaporkan, bahwa Pasukan Laut Israel mencegat kapal-kapal yang berpartisipasi dalam aksi pawai, dan menghujani para demonstran dengan bom gas air mata serta peluru hidup.

Sementara itu, para pemuda membakar ban-ban karet, agar asap yang diciptakan bisa menghalangi pandangan para sniper Israel.

80 orang luka-luka dan puluhan lainya mengalami sesak napas karena serangan agresif  Israel dalam peristiwa pawai laut kemarin. 32 korban diantaranya sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk dirawat karena mengalami luka tembakan. Sementara para peserta yang mengalami sesak napas sudah ditangani tim medis di lapangan.

Organisasi hak asasi manusia Palestina dan organisasi internasional, termasuk PBB sendiri, telah memperingatkan selama beberapa bulan terakhir, tentang memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza karena blokade Israel.

Warga Jalur Gaza terus mengalami penderitaan dalam segala aspek kehidupan, akibat blokade dzalim Israel sejak 2006. Serta akibat hukuman yang dikenakan oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas terhadap Jalur Gaza sejak satu setengah tahun yang lalu.

Sumber: shehabnews.com