Parlemen Palestina dengan suara mayoritas menyetujui pencabutan hak politik ketua otoritas Mahmud Abbas, dalam sidang yang digelar di kantor parlemen di Gaza, seperti disampaikan dalam laporan komisi politik yang menegaskan pencabutan hak politik Abbas.

Wakil ketua parlemen Ahmad Bahar dalam sambutannya mengatakan, Abbas telah kehilangan kelayakan secara hukum, konstitusi, moral dan HAM untuk melanjutkan jabatannya.

Konsesi politik gratis yang diberikan Abbas kepada Israel, memerangi perlawanan Palestina, bangga bekerjasama keamanan dengan penjajah, menuduh rakyat Palestina sebagai teroris, menuding para syuhada sebagai korban pembunuhan, semuanya itu menghilangkan kelayakan Abbas secara keamanan, politik dan nasionalisme sebagai Presiden Palestina.

Bahar menegaskan, Abbas sengaja menerapkan kebijakan zalimnya terhadap rakyat Palestina sebagai langkah awal menerapkan rencanan Amerika menghapus persoalan Palestina, dan menganggap penarikan pegawai otoritas dari perlintasan Rafah, sebagai langkah berbahaya untuk memisahkan Gaza dari Tepi Barat, dan mendukung deal of century bersama penjajah Israel.

Pimpinan parlemen menuntut lembaga hukum, Liga Arab, negara-negara Arab dan parlemennya, OKI dan para pihak pendukung Palestina untuk bersikap tegas menghentikan Abbas merampas otoritas, yang melanggar hukum Palestina.

Bahar mendesak Mesir sebagai mediator rekonsiliasi Palestina, untuk menghentikan situasi memburuk akibat kebijakan ironis Abbas, dan menuntut segenap faksi Palestina untuk membentuk Front Penyelamat Nasional, dengan visi strategis menyelamatkan perjuangan nasional Palestina.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>