Rashida Tlaib, anggota kongres wanita Palestina pertama, melakukan perubahan peta kantor kongresnya di Washington DC menggantikan ‘Israel’ dengan Palestina.

Setelah anggota Demokrat dari Michigan ini disumpah di hadapan Kongres Kamis lalu, seorang reporter BuzzFeed, yang sedang melakukan kunjungan di kantor baru wanita anggota kongres itu, memperhatikan adanya “sedikit perubahan” pada peta yang tergantung di dinding.

Salah satu foto yang diposting oleh reporter itu di Twitter mengungkapkan bahwa seseorang, mungkin bukan Rashida sendiri, menempelkan stiker, dengan kata Palestina di atasnya, di dekat lokasi ‘Israel’ di peta itu dan disampingnya terdapat panah yang menunjuk ke arah titik negara penjajah tersebut.

Rashida memulai tugasnya di Kongres AS dengan berjanji untuk mulai bekerja pada proses pemecatan Presiden Donald Trump, yang dia sebut menggunakan kata yang ofensif. Dengan demikian, Partai Republik mengamuk atas pernyataan tersebut kurang dari sehari pasca dimulainya sesi Kongres AS dengan mayoritas Demokrat.

Dalam sebuah wawancara setelah disumpah pada Kamis lalu, Rashida mengatakan: “Dan saat putra Anda memandangmu dan berkata, ‘Mama, lihatlah, Anda menang. Si pembuli kalah. “Saya jawab,” Sayang, mereka kalah, karena kita akan masuk ke sana dan kita akan memecat ‘mother fucker’ itu,” mengacu kepada Trump, yang menjawabnya: “Bagaimana Anda anda bisa memakzulkan seorang presiden yang mungkin telah memenangkan pemilu terhebat dalam sejarah AS, tidak pernah melakukan kesalahan, dan memiliki kinerja terbaik dalam dua tahun pertama dibandingkan dengan semua presiden lainnya?”

Ucapan Rashida tersebut telah mengundang kritik tajam, dimana beberapa mengatakan bahwa penggunaan bahasa semacam itu meracuni dialog dan mungkin mendorong beberapa politisi lain untuk menggunakan ungkapan buruk yang serupa.

Partai Republik menyerang pernyataan Rashida, menyerukan Nancy Pelocy, jubir Dewan Perwakilan Rakyat AS, untuk mengutuk pernyataan anggota kongres wanita Demokrat itu.

Joseph Manchin, Senator dari Demokrat, menggambarkan pernyataan Rashida sebagai “menjijikkan,” dan meminta maaf kepada semua anggota Kongres AS serta kepada  seluruh rakyat Amerika atas bahasa yang telah dipergunakan oleh rekan kerjanya anggota kongres wanita Demokrat itu.

Di sisi lain, Alexandria Ocasio-Cortez, anggota kongres wanita dari Partai Demokrat membela Rashida dengan mengkritik Partai Republik. Karena itu, Pelosi berusaha meredakan situasi, dengan mengatakan: “Saya tidak suka bahasa yang digunakan oleh anggota kongres wanita Rashida, tetapi itu tidak lebih buruk dari bahasa yang digunakan oleh Trump.”(i7)

—————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>