Pengamat urusan permukiman Khalil Tafkaji mengatakan, jalan pemisah rasial yang diresmikan Israel kemarin di Al-Quds merupakan bagian dari jalan utama, dari rencana permukiman besar untuk memutus kawasan tersisa di Tepi Barat.

Tafkaji menjelaskan, tujuan dari pembukaan jalan ini adalah menghubungkan permukiman Israel di dalam perbatasan yang berada dalam kendali Israel di Al-Quds, dengan permukiman yang berada di luar perbatasan dan tembok pemisah rasial.

Tafkaji melanjutkan, jalan panjang ini membentang dari Al-Quds Selatan menuju Utara melewati jalan no 70 yang menjadi bagian jalan utama di wilayah Timur yang tengah dibangun saat ini secara bertahap.

Disebutkan bahwa Israel menyiapkan skenario menutup kawasan Eiziriya dan Abu Deis dari bundaran permukiman Maaleh Adumim, dan menghubungkan kawasan ini dengan kawasan Sawahira Timur, melalui perlintasan militer Zaem, dan menggunakan terowongan dekat perlintasan, dan masuk ke Anata menuju Jabu.

Tafkaji mengingatkan proyek ini bisa jadi disiapkan untuk pembangunan proyek besar permukiman di bagian Timur Al-Quds, bertujuan mengisolasi kota Al-Quds dari Tepi Barat, melalu penggabungan Al-Quds dengan permukiman E1: Al-Quds – Ma’aleh Adumim, menuju laut Mati, yang artinya memutus komunikasi Tepi Barat, dan mengisolasi Al-Quds secara permanen dari kawasan Palestina di sekitarnya.

Menurut Tafkaji, pemisahan dan isolasi Palestina dari kawasan lembah Jordan dan penutupan jalan nomor 1 di kawasan bertujuan untuk menggabungkan semua kawasan lembah Jordan.

Kawasan ini masuk dalam rencana Al-Quds 2050 yang bertujuan memutus kawasan yang tersisa di Tepi Barat menjadi dua bagian, Utara dan Selatan yang terisolasi oleh permukiman zionis.

Proyek ini bertujuan mengosongkan bagian Timur Al-Quds sampai Laut Mati, sehingga bisa mempersempit komunitas badui di kawasan ini di masa mendatang.

Sesuai rencana Israel, perlintasan militer akan menghalangi warga Palestina Tepi Barat masuk ke Al-Quds, sehingga para driver Palestina hanya akan berputar di sisi Palestina d di sekitar Al-Quds dari jalur Timur, dan tak akan diijinkan masuk ke Al-Quds.

Diprediksi mayoritas pengguna jalan pemisah rasial ini merupakan warga permukiman yahudi yang dibangun di wilayah Utara Al-Quds.

Kementerian transportasi Isael meresmikan jalan Al-Quds Tenggara pada kemarin sore, yang membuka kebijakan pemisah rasial di masa depan, dengan memisahkan antara driver Palestina dan para pemukim yahudi, dan menggunakan tembok pemisah yang tingginya mencapai 8 meter.

Jalan ini menghubungkan ruas nomor 4370 permukiman Geva Benyamin di wilayah desa Jabu no 1 atau jalan “Tel Aviv – Al-Quds”, dan terletak di antara permukiman Tallah Perancis, dan terowongan menuju perbukitan pinggir kota, yang panjangnya mencapai 3 km setengah. (mq/pip)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>