Kami tidak tahu apa yang terjadi, akan tetapi video beliau terus-menerus menjadi bahan pertanyaan yang disampaikan kepada kami. Lebih anehnya lagi, konten yang menjawab video ini dari akun Bang @ahmadzaki_ali dan akun ustadz @new_risalahamar yang melakukan hal yang sama pun tumbang. Jika jawaban-jawaban itu hilang akibat sensor media sosial, maka kami tampilkan di web ini saja. Mudah-mudahan bisa bertahan lama.
Kita jawab satu persatu sentimen negatifnya.
AS: Jangan donasi untuk Palestina, karena kalau semua uang donasi itu benar-benar sampai ke Palestina Gaza, harusnya sekarang orang di sana udah hidup makmur dan pada naik ferari.
Kita breakdown:
Pernah lihat nominal dengan jumlah 0 sebanyak itu? Kami pun tidak.
Berapa kebutuhan recovery di Jalur Gaza?
Data dari pemerintah Jalur Gaza per Juli 2026, ada 15 sektor di Jalur Gaza yang hancur akibat genosida. Berikut kami sampaikan dalam besaran miliar dolar Amerika Serikat (1 miliar dolar AS setara dengan Rp18.088.000.000 atau 18 Triliun 88 juta rupiah):
Total kerugian langsung sebesar US$80 miliar yang disebabkan oleh genosida.
Kerugian di sektor kesehatan mencapai sekitar US$6 miliar.
Kerugian sekitar US$4 miliar di sektor pendidikan.
Kerugian sekitar US$34 miliar di sektor perumahan.
Kerugian sekitar US$1 miliar di sektor keagamaan (masjid, gereja, bangunan edukasi keagamaan, dan lain-lain).
Kerugian sekitar US$4 miliar di sektor industri.
Kerugian sekitar US$5 miliar di sektor perdagangan.
Kerugian sekitar US$4 miliar di sektor pertanian.
Kerugian sekitar US$1 miliar di sektor media.
Kerugian sekitar US$2 miliar di sektor pariwisata, perhotelan, dan hiburan.
Kerugian sekitar US$5 miliar di sektor rumah tangga (peralatan rumah tangga milik rakyat).
Kerugian sekitar US$3 miliar di sektor telekomunikasi dan internet.
Kerugian sekitar US$3 miliar di sektor transportasi.
Kerugian sekitar US$2 miliar di sektor listrik.
Kerugian sekitar US$6 miliar di sektor layanan publik dan pemerintah kota.
Sehingga total kebutuhan dalam miliar dolar AS: 160 miliar USD atau sekitar Rp2.893.840.000.000.000 (dua kuadriliun delapan ratus sembilan puluh tiga triliun delapan ratus empat puluh miliar rupiah).
Katakanlah 2,4 juta jiwa punya 1 Ferrari itu hiperbola, memangnya berapa perkiraan jumlah donasi yang masuk ke gaza? Kami tidak bisa mengakses data lembaga lain, akan tetapi tahun 2025 saja, Komnas Palestina (sebelumnya KNRP) telah menyalurkan sebanyak 120 kali dengan penerima manfaat sebanyak 147.242 jiwa. Sebagai lembaga yang terdepan, kami hanya mampu menyalurkan 10 kali dalam setiap bulan sepanjang tahun 2025. Dengan membandingkan jumlah penerima dengan populasi Jalur Gaza dengan retorika (yang kita hitung di atas) Ahmad Shorafa saja jelas jauh arang dari api.
Edukasi Palestina dibayar 1,5 juta/hari
AS: Aku ditawarin kerja beberapa yayasan buat kerjasama dengan cara keliling ke masjid-masjid tugasnya cerita tentang penderitaan rakyat Palestina terus minta donasi dan mereka janjiin bayaran 1,5 juta cuma dalam satu hari aja.
Bisa dikatakan Komnas Palestina (sebelumnya dengan nama KNRP) yang mengawali edukasi seperti ini di masyarakat sejak 2006. Kami mendatangkan ulama Palestina (baik memang yang menetap di dalam maupun sudah di luar Palestina), untuk masyarakat di seluruh Indonesia.
Program tersebut kemudian ditiru oleh banyak lembaga serupa yang muncul belakangan di Indonesia. Amat disayangkan beberapa lembaga terlalu longgar memberi kesempatan “orang Palestina” ke atas mimbar-mimbar edukasi. Ahmad Shorafa ini contoh kasus. Beliau baru lulus kuliah (terlepas apapun jurusannya), dari narasi di videonya terlihat ia tidak tahu data sebenarnya di kampung halamannya.
AS: Di video selanjutnya aku bakal kasih tau kalian cara donasi yang benar dan harus donasi ke mana.
Oh jadi ini marketing campaign? Lembaga atau saluran donasi mana yang di-endorse oleh Ahmad Shorafa? Sanggupkah mereka membelikan setiap jiwa di Gaza 1 unit Ferrari setelah memulihkan 15 sektor yang hancur di Gaza?